Tahukah Anda bagaimana perasaan anak-anak/siswa jika mendapat hukuman guru?
Tahukah Anda bagaimana perasaan guru jika siswanya tidak menyelesaikan tugasnya?
Anda tidak akan tahu, karena Anda tidak ada di dalam ruang bersama guru dan murid. Tidak tahu kronologi pembelajaran atau aktivitas yang terjadi didalamnya. Ada sebuah peristiwa seorang guru menganiaya siswanya, KATANYA. Frase katanya jika didengar dari mulut orang lain, maka penerima frase katanya itu akan memiliki banyak pemikiran. Guru yang jahat, guru yang gila, guru yang tidak bermoral, guru yang tak pantas mengajar. Inilah dan itulah, ... Maka, perlu bukti-bukti yang kuat sebelum mengatakan negatif tentang gurunya.
Kasus seperti ini sering terdengar bahkan sudah menjadi berita tren di kalangan masyarakat. Para orang tua mengajarkan pada anaknya selain belajar harus berani membela diri jika gurunya memarahi. Tidak salah siswa jika di kelas dia harus membantah pada guru. Contohnya: aku punya seorang teman sebut saja R. Pada sekolah AM yang berlatar belakang sekolah islam dengan pelajaran tambahan fiqih, akidah ahlaq, bahasa arab, dan beberapa pelajaran agama islam lainnya membuat sekolah AM terakreditasi B di daerahnya.
Pada suatu hari, pak guru R memukul siswanya dengan sapu hingga keningnya berdarah hebat. Peristiwa ini menjadi kasus terbesar di sekolah itu dan berita panas bagi wartawan. Selama dua minggu, kasus pak guru R menjadi booming layaknya artis. Wali murid membanjiri sekolah itu untuk mengusir pak guru R dari sekolah. Sebagai kepsek, Pak S sangat bingung, dia tidak dapat mengeluarkan Pak R begitu saja apalagi belum ada penggantinya. Aku baru mendengar kasus ini ketika aku datang sebagai guru pengganti Pak R di sekolah AM.
Kebetulan Pak R dan aku adalah guru bidang studi milik lembaga. Jadi, ketika ada guru dari lembaga yang bermasalah dapat diganti dengan cepat. Sejak kedatanganku, demo wali murid sudah berhenti dan aku masih bertanya-tanya dalam hati, benarkah Pak R melakukan hal itu? Inilah kesaksianku pada tigabola.blogspot.com ...
Awal pertemuan dengan kepsek AM, aku merasa ada yang aneh, perkataan kepsek AM sangat membanggakan sekolahnya. Guru yang profesional, fasilitas yang lengkap, dan siswa yang cerdas-cerdas. Dalam hati aku merasa wah ... dengan sekolah AM dan berusaha segenap hati untuk mengeluarkan profesional kerjaku. Setelah empat minggu aku mengajar di kelas itu ternyata OMONG KOSONG BELAKA. Rasanya minta ampun ... dan sesering mungkin aku menyebut nama Allah. Bagaiman tidak? siswanya sangat liar mulai dari kelas kecil hingga kelas besar. Mereka menganggap belajar di sekolah bagai persinggahan sesaat untuk meninggalkan rumah mereka.
Aku sudah bersikap halus, tersenyum, ramah, hingga membentak, dan marah-marah. Mereka tidak ada hormatnya dengan guru di depan. Yang perempuan bercanda dan berkeliaran, yang laki-laki keluar masuk kelas dan membunyikan mejanya. Mereka sangat ramai dan liar, tak berpendidikan sama sekali. Tetapi, mereka sangat takut dengan guru kelasnya atau guru yang sering mengajar mereka. Ketika belajar mereka tertunduk di depan buku masing-masing seakan-akan sebuah pistol diarahkan pada kepala mereka.
Sebagai orang baru di sekolah AM, aku hanya bisa melotot dan memberi ceramah pada mereka. Aku katakan mereka pengecut hanya takut pada guru yang membuat nilai mereka, atau pada guru yang dianggap jahat. Lalu apa gunanya mereka di sekolah kalau hanya takut pada sang pembuat nilai? Kenapa mereka tidak takut jika mereka bodoh, tidak tahu, atau mereka tidak sadar apa fungsi berada di sekolah.
Dalam hati aku hanya mengatakan tidak salah jika Pak R harus marah dan membawa sapu. Aku pun mengutarakan pada seuruh siswa yang bersangkutan kenapa Pak R tidak mengajar lagi. Aku buka semua kenyataan dan menyadarkan pada mereka kenapa Pak R tidak ada di sini lagi? Apa salah mereka, dan apa tugas mereka, apa dan apa ... lalu, apa yang aku dapat, mulutku seakan berbusa mengungkapkan pada mereka apa yang terjadi tetapi mereka hanya bengong dan mengulang lagi kelakuan mereka minggu lalu. Aku benci siswa yang banyak bicara sedikit bekerja.
Tahukah Anda bagaimana perasaan guru jika siswanya tidak menyelesaikan tugasnya?
Anda tidak akan tahu, karena Anda tidak ada di dalam ruang bersama guru dan murid. Tidak tahu kronologi pembelajaran atau aktivitas yang terjadi didalamnya. Ada sebuah peristiwa seorang guru menganiaya siswanya, KATANYA. Frase katanya jika didengar dari mulut orang lain, maka penerima frase katanya itu akan memiliki banyak pemikiran. Guru yang jahat, guru yang gila, guru yang tidak bermoral, guru yang tak pantas mengajar. Inilah dan itulah, ... Maka, perlu bukti-bukti yang kuat sebelum mengatakan negatif tentang gurunya.
Kasus seperti ini sering terdengar bahkan sudah menjadi berita tren di kalangan masyarakat. Para orang tua mengajarkan pada anaknya selain belajar harus berani membela diri jika gurunya memarahi. Tidak salah siswa jika di kelas dia harus membantah pada guru. Contohnya: aku punya seorang teman sebut saja R. Pada sekolah AM yang berlatar belakang sekolah islam dengan pelajaran tambahan fiqih, akidah ahlaq, bahasa arab, dan beberapa pelajaran agama islam lainnya membuat sekolah AM terakreditasi B di daerahnya.
Pada suatu hari, pak guru R memukul siswanya dengan sapu hingga keningnya berdarah hebat. Peristiwa ini menjadi kasus terbesar di sekolah itu dan berita panas bagi wartawan. Selama dua minggu, kasus pak guru R menjadi booming layaknya artis. Wali murid membanjiri sekolah itu untuk mengusir pak guru R dari sekolah. Sebagai kepsek, Pak S sangat bingung, dia tidak dapat mengeluarkan Pak R begitu saja apalagi belum ada penggantinya. Aku baru mendengar kasus ini ketika aku datang sebagai guru pengganti Pak R di sekolah AM.
Kebetulan Pak R dan aku adalah guru bidang studi milik lembaga. Jadi, ketika ada guru dari lembaga yang bermasalah dapat diganti dengan cepat. Sejak kedatanganku, demo wali murid sudah berhenti dan aku masih bertanya-tanya dalam hati, benarkah Pak R melakukan hal itu? Inilah kesaksianku pada tigabola.blogspot.com ...
Awal pertemuan dengan kepsek AM, aku merasa ada yang aneh, perkataan kepsek AM sangat membanggakan sekolahnya. Guru yang profesional, fasilitas yang lengkap, dan siswa yang cerdas-cerdas. Dalam hati aku merasa wah ... dengan sekolah AM dan berusaha segenap hati untuk mengeluarkan profesional kerjaku. Setelah empat minggu aku mengajar di kelas itu ternyata OMONG KOSONG BELAKA. Rasanya minta ampun ... dan sesering mungkin aku menyebut nama Allah. Bagaiman tidak? siswanya sangat liar mulai dari kelas kecil hingga kelas besar. Mereka menganggap belajar di sekolah bagai persinggahan sesaat untuk meninggalkan rumah mereka.
Aku sudah bersikap halus, tersenyum, ramah, hingga membentak, dan marah-marah. Mereka tidak ada hormatnya dengan guru di depan. Yang perempuan bercanda dan berkeliaran, yang laki-laki keluar masuk kelas dan membunyikan mejanya. Mereka sangat ramai dan liar, tak berpendidikan sama sekali. Tetapi, mereka sangat takut dengan guru kelasnya atau guru yang sering mengajar mereka. Ketika belajar mereka tertunduk di depan buku masing-masing seakan-akan sebuah pistol diarahkan pada kepala mereka.
Sebagai orang baru di sekolah AM, aku hanya bisa melotot dan memberi ceramah pada mereka. Aku katakan mereka pengecut hanya takut pada guru yang membuat nilai mereka, atau pada guru yang dianggap jahat. Lalu apa gunanya mereka di sekolah kalau hanya takut pada sang pembuat nilai? Kenapa mereka tidak takut jika mereka bodoh, tidak tahu, atau mereka tidak sadar apa fungsi berada di sekolah.
Dalam hati aku hanya mengatakan tidak salah jika Pak R harus marah dan membawa sapu. Aku pun mengutarakan pada seuruh siswa yang bersangkutan kenapa Pak R tidak mengajar lagi. Aku buka semua kenyataan dan menyadarkan pada mereka kenapa Pak R tidak ada di sini lagi? Apa salah mereka, dan apa tugas mereka, apa dan apa ... lalu, apa yang aku dapat, mulutku seakan berbusa mengungkapkan pada mereka apa yang terjadi tetapi mereka hanya bengong dan mengulang lagi kelakuan mereka minggu lalu. Aku benci siswa yang banyak bicara sedikit bekerja.
Perkenalkan, aku seseorang yang suka musik Bollywood dan Mandarin. Aku selalu bergairah hanya dengan mengenal dunia Bollywood dan Mandarin. Bagiku ... semua tentang Bollywood dan Mandarin adalah dunia baru yang bisa membuatku bergairah, bersemangat, memahami kehidupan, bahagia, sedih, belajar, dan semuanya. Selain dunia Bollywood dan Mandarin aku hanya menganggap sebelah mata.
Di blog ini aku tidak akan mengulas tentang Bollywood atau Mandarin, karena aku sudah punya tempat untuk menuangkan inspirasiku tentang keduanya. Di sini aku akan menulis segalanya mengenai pendidikan. Ya, aku seorang guru walaupun itu bukan cita-cita yang sebenarnya. Profesi seorang guru tidak pernah aku bayangkan selama 30 tahun hidupku. Namun, nasib dan takdir dari Allah swt yang membawaku pada dunia pendidikan. Aku pun harus menerima dan menjadikan hal ini sebagai ibadah membuat yang tidak tahu menjadi tahu.
Sudah lama aku menulis blog tentang kerancuan pendidikan, namun sayang, aku melupakan password blog itu, dan terciptalah blog ini. Harapanku, dengan blog ini bisa membuat sadar, yakin, saling membenahi, memaafkan, dan berbagi pengalaman. Aku ingin menunjukkan dunia pendidikan menurut kacamataku selama ini kepada masyarakat bahwa dunia pendidikan tidak seperti yang Anda bayangkan, baik ataupun buruk. Apa yang aku tulis adalah kenyataan dan tidak ada rekayasa cerita. Namun, mohon maaf sebelumnya jika aku menyembunyikan nama-nama seseorang dengan inisial, untuk menjaga privasi mereka. Tetapi, yakinlah apa yang aku tulis adalah benar dan aku tidak akan melupakan password blog ini.
Ok, selamat datang, salam perkenalan, dan Alvida Na Kehna ...
